Ads Top

Heboh Kristenisasi di Sumut! Mata Diolesi Balsem Jika Tidak Hafal Alkitab, Ada yang Tewas



Yayasan Kasih Anugerah Bangsa (YKAB) kemarin digrebek oleh tim gabungan TNI,Polri,BNNK, F­KUB dan Pemko Binjai. Berbagai cerita terkuak dari balik yayasan yang katanya mengurusi para pecandu narkoba itu.

Yayasan yang selama ini begitu tertutup itu, rupanya sengaja melakukan hal itu untuk membungkus aksi biadabnya didalam panti agar tak diketahui dunia luar.

Para pasien yang berada didalam panti diperlakukan bak binatang. Mereka yang baru masuk kepanti, langsung disuguhkan aturan yang tak manusiawi.

Semisal, aturan yang harus dijalani wajib mereka menghafal ayat-­ayat dari sebuah alkitab. Meski keyakinan pasien berbeda dengan kitab yang diberikan, namun pihak yayasan mewajibkanya.

Bila pasien tidak menghafal maka akan diolesi balsem matanya. Selain itu, mereka akan dipukuli dengan gagang sapu dengan keras.

Bahkan, yang sadisnya lagi, pasien yang dirantai kakinya dengan gembok, disuruh memeluk botol yang berisi air panas mendidik dengan tubuh bertelanjang dada.

Beberapa diantara pasien ada yang mengalami luka melepuh akibat perbuatan gila itu. Sadisnya, mereka yang awalnya masuk kepanti rehabilitasi ini waras menjadi stres dan gila karena depresi berat disiksa secara terus ­menerus.

Mirisnya lagi, menurut sejumlah penghuni yayasan yang jumlahnya dibawah seratus lima puluh ini, ada sekitar lima orang yang menghembuskan napas terahirnya karena aksi penyiksaan tersebut.

“Kami seperti hidup dineraka dipanti tersebut, kami disiksa, diperlakukan bak binatang. Kalau ini kami sampaikan kepada keluarga yang datang membesuk, maka kami akan disiksa sekembalinya keluarga tadi. Kami dipukuli dengan kejam. Sungguh biadab mereka. Kami merasa sangat bersyukur ahirnya Polisi dan sejumlah pihak mengrebek tempat itu, kami mengucapkan syukur dan terimakasih, karena penderitaan kami ahirnya berahir. “ Ujar salah seorang penghuni yayasan tersebut.

Kini setelah yayasan tersebut dinyatakan bermasalah, pemerintah Kota Binjai pun menutupnya. Kasus yang mencegangkan warga Binjai inipun terus mendapat perhatian berbagai kalangan.

Seperti Kamis (29/12) siang, sebanyak 23 orang dari ratusan bekas pasien panti rehabilitasi Yayasan Kasih Anugerah Bangsa, yang beralamat di Jalan Letjend Jamin Ginting, Kelurahan Puji Dadi Kecamatan Binjai Selatan itu, di Syahadatkan oleh tokoh agama kota Binjai.

Syahadat di pimpin oleh H Ahmad Nasir, selaku ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (F­KUB) Kota Binjai, di dampingi oleh Kepala BNNK Binjai AKBP Safwan Khayat, Kapolsek Binjai Kota Kompol RS Ritonga, serta Sekjen MUI, Jafar Siddik. H Ahmad Nasir, selaku ketua F­KUB Kota Binjai mengatakan, di Syahadatkan karena terindikasi ada pemindahan keyakinan ke satu agama.

"Mereka pertama masuk ke panti rehabilitasi disuruh untuk menghapal kitab Inzil, kalau gak bisa menghapal maka matanya akan di kasi Balsem Geliga. Kalau kita tau dirinya seorang muslim maka akan kita selamatkan," tegasnya.

"Bahkan menurut informasi yang kami dapat, ada pasien yang meninggal karena di pukuli," sambungnya.

Begitu juga dengan Kepala BNNK Binjai AKBP Safwan Khayat, dirinya mengatakan ada indikasi pemukulan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

"Ada indikasi seperti itu, namun biarlah aparat hukum yang menyelesaikan semuanya, jangan sampai kita terprovokasi," ucapnya.

Adanya indikasi pasien yang meninggal akibat di pukuli para pengawas yayasan Kasih Anugerah Bangsa di perkuat oleh ucapan pasien yang bernama Okky Ramadhani Ginting (29).

Dirinya mengatakan, ada 5 orang yang meninggal dunia selama dirinya menjadi pasien untuk menjalani Rehabilitasi Narkoba.

 "Seingat saya yang meninggal dunia ada lima orang, yang saya ingat namanya diantaranya Akiat Warga Lincun, Asiang warga pajak Ikan Binjai, Moses Sitepu warga simpang Simalingkar, Agus Ramadhan warga namutrasi , dan Junaidi Tarigan," ucap Okky Ramadhan Ginting di temani Aris Tobing, yang keduanya merupakan penghuni Panti Rehabilitasi Yayasan Kasih Anugerah Bangsa.(mlb

2 komentar:

  1. Mayoritas pasien di situ mayoritas kristen.. muslim cuma beberapa!.. Pasien2 kristen juga mereka siksa! Pemimpin panti sampurna tarigan memang sesat!! Sama seperti dengan gatot brajamusti dimas kanjeng atau isis yang memakai agama dengan memaksa kekerasan dan...

    BalasHapus
  2. Puji syukur saya panjatkan kepada Allah yang telah mempertemukan saya dengan Mbah Rawa Gumpala dan melalui bantun pesugihan putih beliau yang sebar 5M inilah yang saya gunakan untuk membuka usaha selama ini,makanya saya sengaja memposting pesang sinkat ini biar semua orang tau kalau Mbah Rawa Gumpala bisa membantuh kita mengenai masalah ekonomi dengan bantuan pesugihan putihnya yang tampa tumbal karna saya juga tampa sengaja menemukan postingan orang diinternet jadi saya lansun menhubungi beliau dan dengan senang hati beliau mau membantuh saya,,jadi bagi teman teman yang mempunyai keluhan jangan anda ragu untuk menghubungi beliau di no 085-316-106-111 rasa senang ini tidak bisa diunkapkan dengan kata kata makanya saya menulis pesan ini biar semua orang tau,ini sebuah kisa nyata dari saya dan tidak ada rekayasa sedikit pun yang saya tulis ini,sekali lagi terimah kasih banyak ya Mbah dan insya allah suatu hari nanti saya akan berkunjun ke kediaman Mbah untuk silaturahmi.Wassalam dari saya ibu Sartika dan untuk lebih lenkapnya silahkan buka blok Mbah disini ��Pesugihan Putih Tanpa Tumbal��

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.